Selasa, 04 November 2014

Augmented Reality

Standard
     

      Augmented Reality atau dalam bahasa Indonesia Realitas tertambah dan dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

          Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.
            Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.
          Teknologi Augmented Reality sangat cepat sekali berkembang, di Indonesia sendiri telah banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi AR. AR merupakan terobosan  dibidang teknologi yang sangat canggih. Karena dengan teknologi ini kita dapat membuat segala hal yang abstrack atau virtual bisa kelihatan nyata atau real.
           Teknologi AR sendiri telah dikembangkan dalam berbagai hal, dalam pemanfaatanya teknologi  ini dapat digunakan dalam hal:
  1. Augmented Reality Interactive Games
  2. Augmented Reality Presentation
  3. Augmented Reality Event
  4. Augmented Reality High Tech Environment
  5. Augmented Reality Website
  6. Augmented Reality Promotion

Referensi: 
http://adityanugroho90.blogspot.com/2011/02/storage-unit.html diakses tanggal 14-12-2014, 07.53 WIB

Virtual Reality

Standard

        Virtual reality adalah teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan simulasi terhadap suatu objek nyata dengan menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana tiga dimensi (3-D) sehingga membuat pemakai seolah-olah terlibat secara fisik. Sistem seperti ini dapat digunakan untuk peramu obat, arsitek, pekerja medis, dan bahkan orang awam untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang meniru dunia nyata. Sebagai contoh, pilot dapat menggunakan sistem virtual reality untuk melakukan simulasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan yang sesungguhnya.
     Virtual reality juga digambarkan dalam film seperti Congo. Pada film tersebut, Ami (sang Gorila) menggunakan bahasa tanda dan sarung tangan (glove) virtual reality untuk berkomunikasi dengan manusia.

Peranti Virtual Reality
Untuk mewujudkan suasana yang menyerupai dunia nyata, virtual reality menggunakan peralatan-peralatan yang dinamakan glove, headset, dan walker. Gloveadalah peranti masukan yang dapat menangkap gerakan tangan dan mengirimkan informasi gerakan ke sistem virtual reality. Headset adalah peranti yang berfungsi untuk memonitor gerakan kepala. Selain itu, peranti inilah yang memberikan pandangan lingkungan yang semu kepada pemakai sehingga seolah-olah pemakai melihat dunia nyata. Walker adalah peralatan yang dimaksudkan untuk memantau gerakan kaki. Peralatan ini dapat digunakan untuk mengatur kaki pemakai agar merasakan beban seperti kalau melangkah dalam dunia nyata. Sebagai contoh, kaki akan terasa berat untuk melangkah ketika pemakai sedang menghadapi dunia semu berupa rawa atau medan berlumpur.

Cara Kerja Virtual Reality
Cara kerja sistem virtual reality pada prinsipnya adalah seperti berikut. Pemakai melihat suatu dunia semu, yang sebenarnya berupa gambar-gambar yang bersifat dinamis. Melalui perangkat headphone atau speaker, pemakai dapat mendengar suara yang realistis. Melalui headset, glove dan walker, semua gerakan pemakai dipantau oleh sistem dan sistem memberikan reaksi yang sesuai sehingga pemakai seolah merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, baik secara fisik maupun secara psikologis.

Berikut adalah video sejarah teknologi virtual reality:






Berikut adalah video teknologi virtual reality terbaru:




Referensi: 
http://fitriansyah76.wordpress.com/2008/12/03/virtual-reality/
https://www.youtube.com/watch?v=43mA_ypfwKg
https://www.youtube.com/watch?v=j3vHv4lNvg4

(Diakses tanggal 04-11-2014, 16:25 WIB)

Pengertian Multimedia

Standard
     


     Multimedia adalah suatu sarana (media) yang didalamnya terdapat perpaduan (kombinasi) berbagai bentuk elemen informasi, seperti teks, graphics, animasi, video, interaktif maupun suara sebagai pendukung untuk mencapai tujuannya yaitu menyampaikan informasi atau sekedar memberikan hiburan bagi target audiens-nya.
Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan seperti game. Kata multimedia itu sendiri berasal dari kata multi (Bahasa Latin) yang berarti banyak dan katamedia (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan sesuatu.

      Multimedia dapat dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu mulitimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan / lurus), contohnya : TV dan film. Sedangkan multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol (atau alat bantu berupa komputer, mouse, keyboard dan lain-lain) yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang diinginkan untuk proses selanjutnya. Contohnya seperti aplikasi game. Multimedia interaktif menggabungkan dan mensinergikan semua media yang terdiri dari teks, grafik, audio, dan interaktivitas (rancangan).

Multimedia dapat disajikan dalam beberapa metode, antara lain :
-    1. Berbasis kertas (Paper-based), contoh : buku, majalah, brosur.
-    2. Berbasis cahaya (Light-based), contoh : slideshows, transparansi.
-    3. Berbasis suara (Audi-based), contoh : CD Players, tape recorder, radio.
-    4. Berbasis gambar bergerak (Moving-image-based), contoh : televisi, VCR            (Video Cassete Recorder, film.
5.  Berbasis Digital (Digilatally-based), contoh : komputer.

Referensi: 
http://hartina129b.blogspot.com/2013/04/pengertian-multimedia-dan-contohnya.html diakses tanggal 04-11-2014, 16.10 WIB
  



Selasa, 21 Oktober 2014

Sistem Identifikasi Biometrik Wajah

Standard








Dalam tahap identifikasi biometrik dapat mengidentifikasi individu-individu berdasarkan perbedaan lingkup karakteristik behaviour/psikologi (biometrik identifier). Hal ini dimungkinkan bahwa karakteristik psikologi/behaviour setiap manusia berbeda-beda. Selain itu identifier biometrik dianggap lebih reliable dibandingkan berdasarkan pemasukan token dan pengenalan knowledge.

Mekanisme sistem biometrik dapat digambarkan dengan beberapa fase :
1.       Fase Penggolongan (enrollment).
Pada fase ini masukan akan di pindai (scan) oleh sensor biometrik, yang merupakan representasi karakteristik digital.
2.       Fase Pencocokan.
Dalam fase ini inputan database akan dicocokkan dengan identifikasi data. Dapat dimungkinkan adanya reduksi, sehingga dihasilkan representasi digital. Hasil ini akan diproses dengan ekstraktor ciri untuk menghasilkan suatu representasi yang ekspresif dalam bentuk template. Bergantung aplikasinya template dapat disimpan dalam database di sistem biometrik atau dapat direkam pada kartu magnetik (atau smartcard).
3.       Fase Pengenalan.

Karakteristik individu dibaca oleh pembaca biometrik (reader). Selanjutnya dikonversi dengan format digital, untuk diproses sebagai ekstraktor ciri (template). Hasil template ini selanjutnya dicocokkan dengan identifikasi individu.  
Sistem biometrik belumlah sempurna, karena suatu saat masih dapat melakukan kesalahan dengan menerima impostor sebagai invidu yang juga valid (terjadi kesalahan pencocokan), sebaliknya terjadi penolakan terhadap individu yang valid (terjadi kesalahan ketidakcocokan). Untuk menjamin terhindarnya kesalahan seperti itu, sesuai referensi memadukan ciri biometrik wajah dengan ucapan, serta dari referensi memadukan biometrik wajah dengan ciri tanda-tangan. Selain itu dalam penerapannya ukuran database template sangatlah besar, bahkan dalam database perbankan pusat pernah terjadi bottleneck saat proses identifikasi.







Selain beberapa hal yang harus diperhatikan dari mekanisme ini adalah masalah kinerja (dalam mekanisme ini berupa akurasi sistem, kecepatan, kehandalan) perlu mempertimbangkan juga adanya resource, faktor-faktor operasional dan pengembangan, dsb. Hal ini akan berpotensi sebagai kendala teknis. Selain itu adalah akseptabilitas (daya terima pengguna) akan mendorong keyakinan user terhadap akurasi dan kecepatan. Serta aspek circumvention yaitu aspek kemudahan sistem yang tidak bergantung alat, mekanisme operasional, dsb.
            A. Face Recognition
Sistem Face Recognition adalah sebuah solusi identifikasi wajah dan pengenalan wajah. Sistem ini dapat diterapkan baik dalam lingkungan web maupun dalam aplikasi desktop yang menggunakan wajah sebagai autentikasinya atau pengenalan dan identifikasi wajah otomatis. Dapat berjalan dalam lingkungan 32 bit maupun 64 bit, dapat dengan mudah diintegrasikan atau dirubah sesuai dengan kebutuhan, yang dapat memberikan keleluasaan dalam implementasi dan integrasi dengan software yang telah ada sebelumnya. Sistem ini dapat bekerja dengan wajah secara keseluruhan maupun dengan fitur wajah, mampu mengenali wajah dalam gambar atau photo dan real-time video stream, juga dapat digunakan untuk pembuatan aplikasi yang lebih luas, dari yang paling sederhana, penghilangan efek red-eye sampai dengan solusi login biometrik.





            B. Facial Feature Detection
Sistem ini menggunakan dan menerapkan algoritma yang mutakhir untuk melakukan pendeteksian fitur wajah secara reliabel. Memproses gambar, mendeteksi wajah manusia yang ada di dalam gambar, dan kemudian memberikan koordinat dari 66 titik fitur wajah, termasuk mata, bentuk mata, alis, bentuk mulut, ujung hidung dan lain sebagainya.

           C. Authentification

1.      Foto wajah disimpan dalam database komputer.
2.      Komputer mengiris-iris foto itu menjadi kotak-kotak kecil.
3.  Detail titik-titik di dalam setiap irisan diolah dengan metode algoritma menjadi data matematis.
4.      Sistem analisis membedakan garis, pori-pori, dan tekstur wajah yang aktual, hingga dapat membedakan kembar identik sekalipun.

5.      Data disimpan untuk dikonfirmasi dengan input data yang ingin dicocokkan.

Referensi: Makalah Fahri Ramadhan Hasibuan PTI IF 1 B UIN SGD Bandung 2014

Konsep Dasar Biometrik

Standard

Untuk  beberapa sistem biometrik  cara mengenalai dan cara kerjanya hampir sama biasanya perbedaan hanya terdapat pada sensornya.
Secara teknis pengenalan biometrik seseorang melalui beberapa tahap antara lain:
1.       Data Collection (Pengambilan Data )
2.       Signal Prosesing ( Pemrosesan sinyal gambar digital)
3.       Matching (Pencocokan)
4.       Dessicion (Pengambilan Keputusan)
5.       Storage ( Penyimpanan)




 

Contoh dari biometrik 
                 Contoh lain dari biometrik yaitu identifikasi yang meniru perilaku kucing dan anjing yang menandai daerah batas wilayahnya menggunakan urine. Dengan alat urinalysis, bila pemakai ingin login, maka pemakai harus membawa sampel urine-nya. Sampel urine dimasukkan ke tabung dan segeradilakukan analisis dan ditentukan apakah termasuk salah satu pemakai sistem. Hal ini merupakan bentuk pengaman yang baik tetapi tidak dapat diterima secara psikologis.

                  Identifikasi lain yang juga tidak dapat diterima secara psikologis adalah analisa darah, yaitu dengan disediakannyasatu jarum di mana pemakai dapat mencobloskan ke jari sampai menetes darahnya. Kemudian darah tersebut dianalisis dengan spektografi (blood spectographic analysis) untuk menentukan mengenai pemilik darah tersebut.

Kegunaan dari biometrik banyak sekali, seperti untuk ATM, toko dan mesin penjual tiket yang hanya mengenali danberlaku bagi pemiliknya saja dengan atau tanpa kartu / pin, tanda pengenal pribadi untuk verifikasi kartu kredit tanpa menggunakan kartu kreditnya, internet akses dan kontrol log-in komputer , sistem keamanan untuk verifikasi passport, tiket dan bagasi, sistem portable untuk pengenalan individu pada kepolisian, sistem rahasia untuk proteksi database dan record serta lain sebagainya.
Biometrik adalah identitas manusia yang unik, tetapi biometrik bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah dirahasiakan. Kita sulit menyembunyikan biometrik yang kita punyai. Biometrik juga tidak dapat memperbaiki kesalahan yang telah terjadi, sekali biometrik kita dicuri, tidak ada cara untuk mengamankannya kembali. Tidak mungkin manusia mengubah sidik jarinya, karena sidik jarinya itu telah dicuri orang lain dan digunakan untuk melakukan kriminalitas, misalnya. Sistem Biometrik sulit dipalsukan, membutuhkan keahlian khusus dan biaya yang tidak sedikit untuk memalsukan biometrik seseorang. Tentu sangat sulit untuk memalsukan retina mata, sidik jari atau bagian tubuh lainnya. Tetapi beberapa biometrik dapat dengan mudah dicuri, tindakan ini jauh lebih murah dan mudah daripada memalsukannya. 

Beberapa contoh biometrik yang sering digunakan,

Fingerprint
Sidik jari dapat digunakan sebagai sarana Keamanan komputer karena memiliki ciri-ciri yang unik, setiap manusia memilikinya,dan selalu ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Pada dasarnya tubuh manusia Bisa dijadikan sebagai indentitas, seperti wajah, tangan, suara, mata, gaya berjalan, telinga dan lain sebagainya.

Keuntungan
1.       Teknologi yang canggih
2.       Dimiliki semua orang
3.       Ketelitian yang tinggi
4.       Stabilitas jangka panjang
5.       Kemampuan menampung berbagai fiture
6.       Biaya yang secara komparatif rendah
Kerugian
1.       Kemampuan tidak bisa dipakai oleh banyak pemakai (orang cacat jari)
2.       Dipengaruhi oleh kondisi kulit
3.       Sensor mudah kotor



Hand Geometry
Sistem biometrik hand geometry bisa  digunakan untuk keperluan autentikasi karena dimiliki oleh semua manusia (kecuali cacat tangan) dan unik.
Keuntungan
1.       Teknologi yang canggih
2.       Tidak mengganggu
3.       Penerimaan pemakai yang tinggi
Kerugian
1.       Ketelitian yang rendah
2.       Mahal
3.       Sukar digunakan untuk beberapa pamakai (anak2 rendah sedi)
4.       Hilang jari atau tangan, sistem tidak bisa digunakan.
Eye Biometrik
Sistem Retina Biometrik merupakan sistem biometrik yang memiliki teknologi yang canggih, dan keakuratan yang baik, sertaproteksi yang kuat karena ada di dalam bola mata.
Keuntungan
1.       Teknologi yang canggih
2.       Potensi ketelitian yang tinggi
3.       Stabilitas jangka panjang
4.       Fitur terlindung
5.       Perbedaan yang tinggi (ras, suku, dan bangsa)
Kerugian
1.       Susah digunakan
2.       Faktor kesehatan
3.   Harga  yang mahal 

Referensi: Makalah Fahri Ramadhan Hasibuan PTI IF 1 B UIN SGD Bandung 2014

Sejarah Biometrik

Standard

Sebenarnya biometrik bukan teknologi baru karena sebelum biometrik di gunakan secara diital secara manual pun biometrik sudah digunakan dengan adanya tandatangan dengan menggunakan cap jempol pada jaman dahulu,Setelah itu biometriik dikembangkan dengan menggunakan komputerisasi sehingga perkembangaannya begitu pesat
Pada era setelah perang dunia ke II penelitian militer amerika menemukan biometrik voice recognition yang digunakan untuk mengenali suara pilot pesawat tempur pada saat itu Pada tahun 1960 Federal Birou Intelegen (USA) Menenmukan Metode pengenalan sidik jari Automate Fingerprint Identification Sistem (AFIS) untuk mengenali dan menganalisa sidik jari tanpa menggunakan sensor ,Pada masa itu teknologi biometrik masih mahal dan belum digunakan oleh banyak orang, Setelah mulai ditemukannya sensor biometrik tahun 1999 maka peralatan biometrik menjadi murah dan memungkinkan digunakan banyak orang seperti digunakan untuk sistem absensi sidik jari sidik jari sebagai key .
Setelah teknologi sensor biometrik ditemukan maka perkembangan biometrik sangat cepat yang semulla hanya bias dikenali dengan ciri fisik dan suara maka setelah harga sensor murah biometrik berkembang pada sensor cara berjalan, pengenalan retina mata,irish , dan sampai pada pengenalan DNA .Artinya teknologi biometrik dapat mengenali manusia sampai pda tingkat sekecil DNA.
Biometrik bisa dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu pengenalan fisik yang meliputi:

1.       Fingerprint Recognition (pengenalan sidik jari)
2.       Optical Recognition (pengenalan optik mata)
3.       Facial Structure Recognition (pengenalan struktur wajah)
4.       Hand Structure Recognition (pengenalan struktur tangan).

Kategori yang kedua adalah pengenalan kebiasaan yang meliputi:
1.       Voice Recognition (pengenalan suara)
2.       Signature Recognition (pengenalan tanda tangan)
3.       Keystroke Recognition (pengenalan penekanan tombol pada keyboard).

Referensi: Makalah Fahri Ramadhan Hasibuan PTI IF 1 B UIN SGD Bandung 2014

Pengertian Biometrik

Standard

Biometrik berasal dari bahasa yunani bios yang berarti hidup metros yang berarti mengukur. Biometrik adalah metode untuk mengidentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya.
Karakteristik Biometrik
  1. Biometrik dikatakan unik karena tidak ada setiap manusia nyang memiliki ciri-ciri biometrik yang sama / sidik jari yang sama
  2. Biometrik melekat disetiap manusia secara permanent sampai manisia itu mati 
  3. Biometrik dimiliki oleh setiap manusia  / semua manusia
Dalam perkembangannya biometrik dapat biasanya digunakan dalam area security (keamanan) yang bersifat personal. Makanya, teknologi biometrik itu punya keunggulan sifat yang relatif tidak bisa dihilangkan, dilupakan, atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain. Pendeknya, sulit ditiru atau dipalsukan.
Teknologi Biometrik adalah metode mengenali seseorang berdasarkan karakter fisik ataupun perilakunya berbasiskan Komputer.
Biometrics Authentification dalam security adalah hal yang sangat penting untuk menjaga keamanan data, namun sudah banyak teknologi yang diterapkan untuk menjaga keautentikan tersebut, akan tetapi hal itu banyak kendala dalam penerapanya dan masih kurang memberikan perlindungan yang aman. Teknologi biometrik menawarkan autentikasi secara biologis memungkinkan sistem dapat mengenali penggunanya lebih tepat.
Terdapat beberapa metode diantaranya: fingerprint scanning, retina scanning, dan DNA scanning. Dua metode terakhir masih dalam taraf penelitian, sedangkan fingerprint scanning saat ini telah digunakan secara luas dan digunakan bersama-sama dengan smartcard dalam proses autentikasi.
Biometrics secara teoritis dapat lebih efektif untuk mengindentifikasi pribadi seseorang karena biomatriks mengukur karakteristik masing-masing pribadi untuk membedakan setiap orang. Tidak seperti dengan metoda indentifikasi konvensional yang menggunakan sesuatu yang anda punyai, misalnya kartu indentitas untuk akses masuk ke suatu bangunan, atau suatu yang anda ketahui, seperti password untuk logon ke sistem komputer dan lain-lain. Ketika digunakan untuk indentifikasi pribadi, teknologi biometrics mengukur dan menganalisa karakteristik tingkah laku dan fisiologis manusia. Mengindentifikasi karakteristik fisiologis seseorang yang didasarkan pada pengukuran langsung bagian dari body–fingertips, hand geometry, facial geometry dan eye retinas serta irises. 

Referensi: Makalah Fahri Ramadhan Hasibuan PTI IF 1 B UIN SGD Bandung 2014